Rabu, 08 Maret 2017

Beasiswa AAS

Suatu hari saya mendapat email dari seseorang perihal beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) – dulu Australian Development Scholarship atau ADS. Dia adalah satu dari sekian banyak yang berkirim email untuk perihal yang sama. Saya merasa terkejut, meskipun rasanya saya sudah menulis cukup banyaktentang beasiswa AAS di blog saya, pengirim email ini “tidak tahu harus mulai dari mana”. Kalimat ini saya kutip langsungdari email-nya. Saya menduga bahwa kawan kita ini tidak sendirian mengalami kebingungan seperti itu. Maka, saya menulis dan memperbarui artikel ini khususdipersembahkan bagi mereka yang ingin mendaftar beasiswaAAS tetapi “tidak tahu harus mulai dari mana”.

Apa sih beasiswa AAS itu?

AAS singkatan dari Australia Awards Scholarship yang diberikan oleh pemerintah Australia dan dikelola oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).
Beasiswa AAS juga dikenal oleh masyarakat umum dengan beasiswa AusAID karena awalnya dikelola oleh lembaga ini. Beasiswa AAS adalah hibah, bukan hutang yang harus dibayar di masa depan. Beasiswa AAS diberikan kepada orang Indonesia dan beberapa negara lain yang ingin belajar S2 atau S3 di Australia. Merekayang berhasil memperoleh beasiswa ini bisa menempuh pendidikan S2 atau S3 di institusi/universitas Australia yang menjadi rekanan AusAID. Artinya, pelamar harus belajar di universitas yang masuk dalam daftar ini. Perlu diketahui, tidak semua institusi/universitas Australia masuk ke dalam daftar AusAID.

www.australiaawardsindo.or.id

Mulai dari mana?

Idealnya calon pelamar harus mulai dari membaca secara cermat SEMUA informasi yang sudah ditulis dengan lengkap di website AAS Indonesia. Jika sabar dan cermat, semua hal ada di sana dan sebenarnya tidak perlu banyak bertanya, terutama tentang persyaratan. Saya sarankan mulailah dengan mengunduh buku panduan aliasAAS Handbookdi website-nya dan membaca dengan cermat, terutama panduan khususuntuk Indonesia. Buku panduannya memang berbahasa Inggris sehingga perlu usaha ekstra untuk memahaminya dengan baik, terutama bagi yang bahasa Inggrisnya belum bagus.

Setelah itu, cobalah mengunduhformulir pendaftaran Beasiswa AAS dari website AAS. Di formulir ini ada informasi yang lengkap, terutama mengenai persyaratannya. Anda harus membaca dan mencermati setiap pertanyaan dalam formulirnya sehingga Anda akan tahu apa saja yang harus dikuasai atau disiapkan. Kemungkinan besar akan ada pertanyaan yang belum dipahami maknanya, apalagi jawabannya. Dari sinilah Anda bisa kembali membaca petunjuk umum di website, membaca handbook, atau bertanya pada orang lain. Andajuga bisa membaca tulisan lain
di blog saya yang secara khusus membahas beasiswa AAS. Setelah membaca informasi dari sumber-sumber resmi, pertanyaan Anda, jika ada, akan menjadi lebih spesifik sehingga lebih mudah bagi orang untuk membantu menjawabnya. Ingat, Anda punya waktu hampir enam bulan sejak pendaftaran dibukahingga ditutup. Jika persiapannya baik, seharusnyaAnda bisa membuat sebuah berkas lamaran yang meyakinkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar